Selasa, 15 Oktober 2019

Resume Sistematika Penulisan Skripsi

Nama: Suci Amalia Pratiwi
NIM: 11901225
Prodi: Pendidikan Agama Islam
Kelas: 1/D

Sampul Judul:
PEMBELAJAAN KITAB KUNING DENGAN METODE BANDONGAN DAN SOROGAN DI PONDOK PESANTEN AL-ASY’ARIYYAH SIANTAN TENGAH PONTIANAK UTARA TAHUN PELAJARAN 2016.

SKRIPSI

Oleh:

BUSRI
NIM: 1101110656
Motto:
“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan (5). Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan (6). Maka apabila kau telah selesai (dari suatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain (7). Dan hanya kepada Tuhanmu hendaknya kamu berharap (8).”

Sesali masa lalu karena ada kekecewaan dan kesalahan-kesalahan tetapi dijadikan penyesalan itu sebagai senjata untuk masa depan agar tidak tejadi kesalahan lagi.

Abstrak :
 BUSRI. “Pembelajaran Kitab Kuning dengan Metode bandongan dan sorogan di Pondok Pesanten Al-Asy’ariyyah Siantan Tengah Pontianak Utara Tahun 2016.” Pontianak : Jurusan Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak, 2016.
Penelitian ini dilatar belakangi oleh masalah yaitu cara mengajar masih sering menggunakan metode ceramah sehingga murid kurang aktif, menjadikan pembelajaran yang monoton dan membuat aktivitas siswa tidak berkembang. Pembelajaran kitab kuning dengan metode bandongan dan sorogan di Pondok Pesantren Al-Asy’ariyyah Siantan tengah Pontianak Utara Tahun 2016 tepatnya di kelas 4. Karena kitab kuning merupakan kitab yang pokok dalam pondok pesantren, dimana santri dididik untuk bisa membaca kitab kuning dengan metode yang sering digunakan dikalangan pondok pesantren yaitu: metode bandongan dan sorogan, dengan metode-metode tersebut apakah santri bisa memahami isi dari materi pembelajaran kuning yang disampaikan oleh ustadz tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1). Bagaimana perencanaan pembelajaran kitab kuning dengan metode bandongan dan sorogan di pondok pesanten Al-Asy’ariyyah Siantan Tengan Pontianak Utara 2016, (2). Bagaimana pelaksanaan pembelajaran kitab kuning dengan metode bandongan dan sorogan di pondok pesanten Al-Asy’ariyyah Siantan Tengan Pontianak Utara 2016, (3). Bagaimana evaluasi pembelajaran kitab kuning dengan metode bandongan dan sorogan di pondok pesanten Al-Asy’ariyyah Siantan Tengan Pontianak Utara 2016.
Metode yang peneliti gunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Setting penelitian ini dilakukan di pondok pesantren Al-Asy’ariyyah Siantan Tengan Pontianak Utara 2016. Untuk memperoleh data yang berkaitan dengan focus peneletian, peneliti memilih tehnik wawancara, diperkuat dengan observasi dan dokumentasi. Untuk tehnik alasis data peneliti menggunakan empat tehnik, yaitu : reduksi data, penyajian data, verifikasi dan penarikan kesimpulan. Sedangkan tehnik pemeriksaan keabsahan data yang digunakan adalah triangulasi dan member chek.
Dari hasil paparan dan analisis data, peneliti dapat menyimpulkan berikut ini: (1). Perencanaan awal pembelajaran kitab kuning dengan metode bandongan dan sorogan di pondok pesanten Al-Asy’ariyyah adalah para agus/ustadz bermusyawarah terdahulu secara bersama materi yang akan diajarkan baik itu dari segi ilmu nahwu dan sorropnya, (2). Pelaksanaan pembelajaran kitab kuning dengan metode bandongan dan sorogan di pondok pesanten Al-Asy’ariyyah adalah pelaksanaan pembelajaran kitab kuning setelah diawali dengan pembukaan, pembelajaran dilanjutkan pembahasan materi yang telah diajarkan kepada santri. Ustadz membaca materi tersebut dengan suara sekiranya para santri mendengar suara pembahasan materi yang akan ustadz ajarkan sampai selesai, (3). Evaluasi pembelajaran kitab kuning dengan metode bandongan dan sorogan di pondok pesanten Al-Asy’ariyyah adalah Evaluasi tes, yaitu tes lisan dan tulisan.

Daftar isi:
ABSTRAK i
KATA PENGANTAR ii
DAFTAR ISI iv
DAFTAR TABEL vii
DAFTAR LAMPIRAN viii
BAB I PENDAHULUAN
Latar Belakang 1
Fokus Penelitian 4
Tujuan Penelitian 5
Manfaat Penelitian 6
BAB II KAJIAN PUSTAKA
Penelitian Terdahulu 8
Perencanaan Pembelajaran 9
Pengetian Pembelajaran 9
Dasar Perlunya Perencanaan dan Pembelajaran 10
Tujuan Perencanaan dan Pembelajaran 10
Manfaat Perencanaan dan Pembelajaran 11
Pembelajaran Kitab Kuning 12
Pengertian Pembelajaran 15
Pengertian Kitab Kuning 17
Jenis Kitab Kuning 17
Jenjang Pembelajaran Kitab Kuning 18
Metode Pembelajaran Kitab Kuning 19
Jenis-jenis Metode Pembelajaran 21
Pengertian Pondok Pesantren 32
Ciri-Ciri Pondok Pesantren 33
Unsur-Unsur Pondok Pesantren 34
Perkembangan Pondok Pesantren 38
BAB III METODE PENELITI
Pendekatan dan Metode Penelitian 41
Alokasi dan Waktu Penelitian 41
Penentuan Sumber Data Penelitian 42
Teknik dan Alat Pengumpulan Data 43
Teknik Analisi data 45
Teknik Pemeriksaan Keabsahan Data 46
BAB IV PAPARAN DATA TEMUAN PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Paparan Data 48
Gambaran Umum Lokasi Penelitian 48
Temuan Penelitian 54
Paparan Data Penelitian 55
Pembahasan 59
Perencanaan Pembelajaran Kitab Kuning 60
Pelaksanaan Pembelajaran Kitab Kuning 61

Kutipan:
1. Menurut Jusuf Enoch (1992:1) perencanaan dalam arti yang sederhana dapat dijelaskan sebagai suatu proses mempersiapkan hal-hal yang akan dikerjakan pada waktu yang akan datang untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan terlebih dahulu.

2. Menurut Poerwadarminta (1976:553), pelaksanaan beasal dari kata “laksana” yang berarti sifat, tanda, laku, dan perbuatan. Sedangkan pelaksanaan adalah perihal, pembuatan usaha.

3. Menurut Supardi (2010:1), perencanaan merupakan penyusunan langkah-langkah kegiatan yang akan dilaksanakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Suatu perencanaan sapat disusun berdasarkan jangka waktu tertentu yaitu jangka panjang, jangka menengah, dan jangka pendek.

4. Selanjutnya pembelajaran dapat diartikan sebagai proses interaksi antara peerta didik dan lingkungannya sehingga terjadi perubahan perilaku kea rah yang lebih baik (Kunandar, 2009:287)

5. Menurut Ahmad Tafsir (2003:7) dengan mengutip pendapat Ki Hajar Dewantara mengemukakan bahwa pembelajaran (onderwijs) itu tidak lain tidak bukan ialah salah satu dari bagian pendidikan.

6. Selain juga disebut qutub al-qadimah (kitab-kitab klasik) karena kitab-kitab ini ditulis lebih dari 100 tahun lalu, ada juga yang menyebutnya kitab kuning, melihat karena kitab itu ditulis diatas kertas berwarna kuning dengan huruf-huruf yang digunakan beraksara Arab gundul “tanpa harakat atau syakal” (Makmum, 2003:31).

7. Jelasnya perjenjangan pendidikan pesantre tidak tidak didasarkan usia tetapi berdasarkan penguasaan kitab-kitab yang telah ditetapkan dari paling rendah sampai paling tinggi (Dirjen Pendidikan Keagamaandan Pondok Pesantren, 2004:150).

8. Kyai membaca, menerjemah, menerangkan, dan sekaligus mengulas teks-teks kitab berbahasa Arab tanpa harakat (gundul) santri memegang kitab yang sama masing-masing melakukan pendhabithan harakat kata langsung dibawah kata yang dimaksud agar dapat membantu memahami isi teks (Armai Arief, 2002:155-156).

9. Menurut Fiedler (Masyud dan Khurnurdilo, 2003:24) Pemimpin sebagai individu dalam kelompok yang diberi tugas untuk mengarahkan dan mengkoordinasikan aktivitas-aktivitas kelompok yang terkait dengan tugas.

10. Lafland dan Lafland sebagaimana dikutip oleh (Lexy J. Moleong, 2001:112) menyatakan bahwa sumber data ulama dalam penelitian kualitatif ialah benda-benda dan tindakan, selebihnya adalah tambahan.

Daftar Pustaka:
Ahmad Tafsir. 2003. Metodologi Pengajaran Agama Islam. Bandung: PT. Rosda Karya

Armai arief. 2002. Pengantar Ilmu dan Metodologi Pendidikan Agama Islam. Jakarta: Ciputat Press

Direktorat Jenderal Kelembagaan Agama Islam/ Direktorat Pendidikan Keagamaan dan
Pondok Pesantren. 2004. Profil Pondok Pesantren Mu’adalah. Jakarta: Ht. Santosa

Jusuf Enoch. 1992. Dasar-Dasar Perencanaan Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara

Kusnandar. 2009. Guru Profesional Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
(KTSP) dan Satuan Dalam Sertifikasi Guru. Jakarta: Rajawali Press

Lexy J. Moloeng. 2001. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosda Karya

M. Sultan Masyud & Khusnurdilo. 2003. Manajemen Pondok Pesantren. Jakarta: Diva Pustaka

Maksum. 2003. Pola Pembelajaran di Pesantren. Jakarta: Depag RI

Supardi, Darwyan. 2010. Perencanaan Pendidikan Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Diadit Media

W.J.S Poerwadarminta. 1989. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta: Bumi Aksara





Selasa, 08 Oktober 2019

Observasi Prinsip dan Penggunaan EYD

Assalamualaikum warahmatullahi Wabarakatuh.
Sekarang ini banyak kesalahan atau kekeliruan yang terjadi di lingkungan masyarakat yang dipajang di tempat umum, contohnya penulisan pada spanduk, famplet, papan nama toko atau klinik, maupun papan pengumuman. Dalam hal ini saya mengumpulkan 10 foto yang saya analisis kekeliruan penulisannya yang saya dapatkan di tempat umum, yaitu :












Tempat : Tempat wudhu, Kampus IAIN Pontianak
Waktu : Selasa, 1 Oktober 2019 pukul 11.30 WIB
Analisis : Dari gambar yang saya temukan ada satu kealahan kecil yang tidak terlihat secara sekilas yaitu pada penggunaan tanda petik (“) dalam hadist yang disertakan pada gambar, letak kesalahannya yaitu diakhir kalimat hadist setelah tanda titik tidak terdapat tanda petik penutup, adapun tanda petik setelah tanda titik itu seperti terkhusus untuk nama perawi. Seharusnya untuk nama hadist tidak perlu menggunakan tanda petik cukup dengan tanda kurung.
Sumber : Buku EYD
Penyusun : M.K. Abdullah, S.Pd
Penerbit : Sandro Jaya Jakarta













Tempat : Masjid A. Rani IAIN Pontianak
Waktu : Selasa, 1 Oktober 2019 pukul 11.30 WIB
Analisis : Setiap saya ada di Masjid dan duduk dibagian depan papan penghalang ini, saya selalu terfokus pada tulisan ini, karena penulisannya yang sangat tidak tepat seperti pada kata “makai” itu bahasa yang tidak baku seharusnya kata itu diberi imbuhan jadi kata “memakai”, lalu penulisan kata “silahkan” yang baku yaitu “silakan”, kemudian penggunaan kata “selesai” seharusnya menggunakan kata “setelah”, lalu penulisan kata “di simpan” seharusnya tanpa imbuhan “di”, dan terakhir untuk kata “di tempatnya” itu lebih baik memakai kata penghubung “pada”, maka penulisan yang tepat dan tidak betele-tele jika dibaca yaitu “SETELAH MEMAKAI MUKENA SIMPAN PADA TEMPATNYA KEMBALI SUPAYA TIDAK BAU”
Sumber : 1. Kamus Besar Bahasa Indonesia digital
 2. Buku EYD
Penyusun : M.K. Abdullah, S.Pd
Penerbit : Sandro Jaya Jakarta












Tempat : Ma’had Al Jamiah IAIN Pontianak
Waktu : Selasa, 1 Oktober 2019 pukul 15.45 WIB
Analisis : Dari kalimat himbauan di kertas itu yang perlu dikoreksi ialah jika memang penulisan ini disengaja menggunakan huruf kapital pada setiap kata maka seharusnya penggunaan huruf kapital pada setiap huruf pertama digunakan secara merata kecuali pada setiap kata penghubung, namun pada gambar itu ada beberapa kata tidak menggunakan huruf pertama dan itu bukan kata penghubung seperti pada kata “pastikan, masing-masing, sekitar, depan, kembali, keadaan, bagi”, lalu yang perlu dikoreksi ialah penggunaan kata yang tidak baku “kran” seharusnya “keran” dan kata “colokkan” sehausnya “colokan”, kemudian kekeliruan lainnya dari tulisan itu ialah tidak ada spasi antara tanda koma (,) dan kata selanjutnya seperti “ di kamar,kran air,colokkan” menurut penulisan yang benar dan EYD  seharusnya “di kamar, keran air, colokan”.
Sumber : 1. Kamus Besar Bahasa Indonesia digital
 2. Buku EYD
 Penyusun : M.K. Abdullah, S.Pd
 Penerbit : Sandro Jaya Jakarta












Tempat : Ma’had Al Jamiah IAIN Pontianak
Waktu : Selasa, 1 Oktober 2019 pukul 15.15 WIB
Analisis : Dari tulisan diatas yang perlu dikoreksi yaitu pada setiap poin-poin seharusnya diakhir kalimat diberi tanda titik koma (;) dan pada poin terakhir atau poin keempat seharusnya diakhiri dengan tanda titik (.) kemudian karena itu adalah kalimat perintah seharusnya ada tambahan tanda seru (!) pada kata “perhatian” menjadi “Perhatian !”
Sumber : Buku EYD
Penyusun : M.K. Abdullah, S.Pd
Penerbit : Sandro Jaya Jakarta
















Tempat : Ma’had Al Jamiah IAIN Pontianak
Waktu : Selasa, 1 Oktober 2019 pukul 15.10 WIB
Analisis : Pada gambar diatas tulisan yang perlu dikoreksi yaitu penggunaan kata “dijual” yang seharusnya menggunakan kata “menjual”, pada poin kedua ada terdapat tanda sama dengan (=) seharusnya tidak perlu, penggunaan huruf kapital diakhir kata pada kata “teluR” seharusnya tidak menggunakan huruf kapital cukup “telur”, penulisan kata “masako0” yang tidak tepat karena ada angka 0 seharusnya “masako” tanpa ada angka nol, kurangnya huruf vokal “e” pada penulisan kata “smbal terasi”, dan yang terakhir susunan tulisan yang tidak rapi.
Sumber : Buku EYD
Penyusun : M.K. Abdullah, S.Pd
Penerbit : Sandro Jaya Jakarta
Alamat : Ma’had Al Jamiah IAIN Pontianak
Waktu : Rabu, 2 Oktober 2019 pukul 15.35 WIB
Analisis : Pada tulisan Visi dan Misi Ma’had Al Jamiah hanya satu yang yang saya temukan kesalahannya yaitu pada poin Visi tidak diakhiri dengan tanda titik, dan untuk yang lainnya sudah sempurna baik dalam penggunaan bahasa yang baku serta tanda baca sesuai.
Sumber : Buku EYD
Penyusun : M.K. Abdullah, S.Pd
Penerbit : Sandro Jaya Jakarta.















Alamat : Jl. W.R. Supratman No.46
Waktu : Rabu, 2 Oktober 2019 pukul 16.00 WIB
Analisis : Kesalahan yang didapat dari papan Klinik yaitu penggunaan huruf kapital yang tidak tepat, seharusnya pada kata penghubung tidak perlu di kapital. Kekeliruan lainnya yaitu pengunaan titik dua (:) pada keterangan jam misalnya “jam : 07.30 - 13.00” seharusnya “ jam 07.30 – 13.00”.
Sumber : Buku EYD
Penyusun : M.K. Abdullah, S.Pd.
Penerbit : Sandro Jaya Jakarta














Alamat : Jl. W.R. Supratman No.46
Waktu : Rabu, 2 Oktober 2019 pukul 16.00 WIB
Analisis : kesalahan yang didapat dari papan Klinik ini yaitu kurangnya penggunaan tanda baca titik koma (;) pada akhir kalimat disetiap poin dan kurangnya tanda titik (.) pada kalimat akhir di poin terakhir, dan untuk yang lainnya sudah cukup baik.
Sumber : Buku EYD
Penyusun : M.K. Abdullah, S.Pd
Penerbit : Sandro Jaya Jakarta













Alamat : Jalan Tanjung Pura
Waktu : Senin, 7 Oktober 2019 pukul 09.40 WIB
Analisis : Seringkali kita temui yang seperti ini dan tekadang membuat kita bingung mana yang sebenarnya yang benar penulisannya dan menurut saya kesalahan dari penulisan itu yaitu pada kata “Apotik” karena dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dan EYD penulisan yang baku itu seharusnya “Apotek”.
Sumber : 1. Kamus Besar Bahasa Indonesia digital
2. Buku EYD
Penyusun : M.K. Abdullah, S.Pd
Penerbit : Sandro Jaya Jakarta


Alamat : Jalan H. Agus Salim No. 170
Waktu : Senin, 7 Oktober 2019 pukul 09.30 WIB
Analisis :  Menurut saya kesalahan dari Plang Toko itu ialah keterangan toko itu, seperti kalimat “Berdagang alat2 rumah tangga dan furniture, lampu hias dst” penggunaan kata “berdagang pada kalimat itu tidak pas dan seharusnya yang digunakan disitu adalah kata “menjual” lalu yang termasuk kesalahan dari kalimat itu penggunaan bahasa inggris yang digabungkan dengan bahasa Indonesia padahal kata “Furniture” itu lebih mudah dipahami dengan kata “Mebel”.
Sumber : Buku EYD
Penyusun : M.K. Abdullah, S.Pd
Penerbit : Sandro Jaya Jakarta