Mata Kuliah : MAGANG 1
Tugas Ke-2
LAPORAN BACAAN
Nama : Suci Amalia Pratiwi
NIM : 11901225
Prodi/ Kelas : PAI/ 4D
Identitas Bacaan (Jurnal Ilmiah)
Judul : STRATEGI BELAJAR & PEMBELAJARAN
DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN BAHASA
Penulis : Fatimah dan Ratna Dewi Kartika Sari
Penerbit : Pena Literasi. Volume 1 No. 2 Bulan Oktober Tahun
2018
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Referensi jurnal yang dilaporkan adalah jurnal berjudul
Strategi Belajar dan Pembelajaran Dalam m
Meningkatkan Keterampilan Bahasa yang ditulis oleh Fatimah
dan Ratna Dewi Kartika Sari. Diterbitkan oleh Pena Literasi pada Oktober 2013
dengan jumlah 6 halaman.
Dalam jurnal ini menjelaskan bagaimana proses pembelajaran
dalam meningkatkan keterampilan bahasa dapat memberikan hasil dan prestasi yang
baik bagi generasi bangsa. Dalam mewujudkan hal tersebut terdapat berbagai
banyak strategi yang digunakan, baik strategi pembelajaran maupun strategi
keterampilan bahasa.
Strategi belajar menurut Huda (1999),
antara lain:
1. Strategi Utama dan Strategi Pendukung.
Strategi utama dipakai secara langsung dalam mencerna materi
pembelajaran. Strategi pendukung dipakai untuk mengembangkan sikap belajar dan
membantu pembelajar dalam mengatasi masalah seperti gangguan, kelelahan,
frustasi, dan lain sebagainya.
2. Strategi Kognitif dan Strategi Metakognitif.
Strategi kognitif dipakai untuk mengelola materi
pembelajaran agar dapat diingat untuk jangka waktu yang lama. Strategi
metakognitif adalah langkah yang dipakai untuk mempertimbangkan proses
kognitif, seperti monitoring diri sendiri, dan penguatan diri sendiri.
3. Strategi Sintaksis dan Strategi Semantik.
Strategi sintaksis adalah kata fungsi, awalan, akhiran, dan
penggolongan kata. Strategi semantik adalah berhubungan dengan objek nyata,
situasi, dan kejadian.
Strategi pembelajaran berdasarkan klasifikasinya, sebagai
berikut:
1.
Penekanan Komponen dalam Program Pengajaran komponen
program pengajaran anatara lain yang berpusat pada pengajar, peserta didik, dan
materi pengajaran. Berpusat pada pengajar, pengajar menyampaikan informasi
kepada peserta didik.
2.
Kegiatan Pengolahan Pesan atau Materi dibedakan
menjadi dua, yaitu strategi pembelajaran ekspositoris merupakan strategi
berbentuk penguraian, baik berupa bahan tertulis maupun penjelasan secara verbal.
3.
Pengelohan Pesan atau Materi, dibedakan menjadi
dua, yaitu strategi pembelajaran dedukasi adalah pesan diolah mulai dari hal
umum menuju kepada hal khusus.
4.
Cara Memproses Penemuan, diibedakan menjadi dua,
yaitu strategi pembelajaran ekspositoris merupakan strategi berbentuk
penguraian yang dapat berupa bahan tertulis atau penjelasan verbal. Strategi
penemuan (discovery) adalah proses yang mampu mengasimilasikan sebuah konsep
atau prinsip. Seperti mengamati, mencerna, mengerti, menggolongkan, menduga, menjelaskan,
dan membuat kesimpulan.
5.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia edisi kedua
(1989), strategi adalah ilmu dan seni menggunakan semua sumber daya bangsa-bangsa
untuk melaksanakan kebijaksanaan tertentu dalam perang dan damai. Menurut
O’Malley dan Chamot (1990), strategi adlah seperangkat alat yang melibatkan
individu secara langsung untuk mengembangkan bahasa kedua atau bahasa asing.
Strategi sering dihubungkan dengan prestasi bahasa dan kecakapan dalam menggunakan
bahasa. Untuk memahami makna strategi secara lebih dalam, biasanya dikaitkan dengan
istilah pendekatan dan metode. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1995)
Pendekatan adalah proses, perbuatan, atau cara mendekati. Pendekatan merupakan
sikap atau pandangan tentang sesuatu, yang biasanya berupa asumsi. Metode
adalah rencana keseluruhan bagi penyajian bahan bahasa secara rapi dan tertib.
Sifat sebuah metode adalah prosedural.
Strategi belajar dapat digambarkan sebagai sifat dan tingkah
laku. Oxford mendefinisikan strategi belajar sebagai tingkah laku yang dipakai
oleh pembelajar agar pembelajaran bahasa berhasil, terarah, dan menyenangkan.
Belajar merupakan proses meningkatkan pengetahuan, perubahan perilaku, dan memahami
segala sesuatu. Dalam proses pembelajaran terlebih keterampilan bahasa
dibutuhkan teknik, metode, dan strategi pembelajaran yang tepat.
Keterampilan setiap individu berbeda-beda bahkan cara
belajarnya pun tidak ada yang sama, hal itu berkaitan erat dengan strategi
pembelajaran agar keterampilan bahasa dapat tercapai dengan baik.
Strategi pembelajaran merupakan metode atau pendekatan yang
digunakan dalam melaksanakan pembelajaran, dan strategi itu pula menjadi faktor
utama dalam meningkatkan proses pembelajaran dan keterampilan bahasa.
Bahasa dalam kehidupan adalah hal penting yang harus
dimiliki, karena dengan penguasaan bahasa yang baik maka semakin baik pula
penggunaan bahasa yang digunakan dalam berkomunikasi.
Penulis dalam penelitiannya menggunakan metode kualitatif,
dimana komponen pengajarannya berpusat pada pengajar (guru), peserta didik
(siswa), teknik yang digunakan ceramah diskusi, dan teknik team teaching.
Peranan guru sebagai fasilitator dan motivator dalam strategi keterampilan
bahasa, yaitu
1.Strategi Pembelajaran Keterampilan Menyimak guru, yaitu
dimana peserta didik diharapkan dapat memahami dan menginformasikan kembali
melalui keterampilan menulis atau berbicara dari apa yang telah didengar atau
diterima. Dan bentuk evaluasi kemampuan menyimak yaitu tes melalui rekaman, tes
dalam bentuk tanya jawab, wawancara, menjawab isi dialog, menjawab pertanyaan
yang berkenaan dengan drama yang baru ditonton, dan bentuk tes lainnya.
Beberapa strategi menyimak yaitu :
a.
Pemberian informasi tertentu, dalam hal ini
peserta didik mendengarkan sebuah informasi, dan melihat demonstrasi serta
mencatat.
b.
Interaksi, dalam hal ini peserta didik diberikan
contoh lalu mencontohkan dan mengulangi secara lebih kreatif beserta tanya
jawab.
c.
Secara independen, peserta didik melakukan
kegiatan tertentu seperti, menyimak rekaman berupa model,
d.
Indentifikasi dan klasifikasi dari suatu bentuk interaksi/percakapan
yang nyata.
2.Strategi Pembelajaran Keterampilan membaca
Keterampilan membaca memiliki Peranan penting dalam
pengembangan pengetahuan dan sebagai alat komunikasi bagi kehidupan manusia.
Dan juga kemampuan membaca yang baik bisa meningkatkan pemahaman individu serta
meningkatkan pengayaan kosa kata. Sangat banyak manfaat yang bisa diambil dari
tingginya keterampilan membaca serta memberi dampak yang besar terhadap seorang
individu, karena dengan membaca seseorang bisa lebih berpikir analitis serta
kritis.
Fakta di lapangan menunjukan bahwa masyarakat di negara maju
ditandai oleh berkembangnya suatu kebiasaan membaca yang tinggi. Membaca
merupakan suatu kegiatan untuk mendapatkan makna dari apa yang tertulis dalam
teks. Pembelajaran membaca harus memperhatikan cara berfikir teratur dan baik.
Membaca melibatkan semua proses mental yang Lebih tinggi seperti ingatan,
pemikiran, daya khayal, pengaturan, penerapan, dan pemecahan masalah.
Strategi pembelajaran membaca adalah dengan menggunakan
teknik pemberian tugas membaca teks selama waktu tertentu, kemudian mengajukan
pertanyaan. Tes kemampuan membaca antara lain menggunakan bentuk betul-Salah,
melengkapi kalimat, pilihan ganda, dan pembuatan ringkasan atau Rangkuman.
Selain itu, strategi lain untuk meningkatkan keterampilan membaca yakni dengan
membaca karya sastra. Karena bahan bacaan sangat berdampak terhadap pemikiran,
perilaku, serta informasi yang diterima sangat memperngaruhi individu tersebut.
3. Strategi Pembelajaran keterampilan berbicara, yaitu
dimana peserta didik dapat menyampaikan dengan bahasa yang dapat dipahami
terkait apa yang disampaikan, sehingga dengan berbicara dapat melatih bahasa
yang baik dan benar seseorang. Adapun
teknik yang digunakan, yaitu :
a. berbicara terpimpin
b. berbicara semi-terpimpin
c. berbicara bebas namun terikat
4. Strategi Pembelajaran Keterampilan Menulis
Keterampilan menulis didasari oleh penguasaan berbagai unsur
kebahasaan maupun unsur diluar bahasa yang akan menjadi isi dalam tulisan.
Keduanya harus terjalin sehingga menghasilkan tulisan yang runtun dan padu.
Keterampilan menulis juga sangat dipengaruhi berdasarkan
informasi yang sering penulis baca. Ketertarikan seseorang berdampak terhadap
tulisannya. Atau jenis bacaan apa yang seseorang baca mempengaruhi gaya bahasa
dalam keterampilan Menulis.
Keterampilan menulis merupakan suatu usaha untuk
mengungkapkan pikiran dan Perasaan yang dilakukan secara tertulis.
Isi tulisan yang diungkapkan dapat dipilih secara cermat dan
disusun secara sistematis agar dapat dipahami dengan tepat. Tes keterampilan menulis
adalah Dengan membuat karangan, dengan kriteria penilaian sebagai berikut:
a.
Kualitas dan ruang lingkup isi
b.
Organisasi dan penyajian isi
c.
Komposisi
d.
Kohesi dan Koherensi
e.
Gaya dan bentuk bahasa
f.
Tata bahasa, ejaan, tanda baca
g.
Kerapihan tulisan dan kebersihan
Keterampilan menulis melibatkan unsur linguistik dan
ekstralinguistik serta memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk
menggunakan bahasa secara tepat dan memikirkan gagasan yang akan dikemukakan.
Kesimpulannya, dengan berbagai strategi yang digunakan ialah
bentuk upaya agar peserta didik terlibat agar lebih aktif dalam proses
pembelajaran, serta dengan strategi pembelajaran menyimak, berbicara, menulis,
dan membaca dapat menciptakan generasi yang fasih dalam berbahasa.
Strategi pembelajaran menjadi faktor utama dalam
meningkatkan proses pembelajaran dan keterampilan Bahasa. Karena strategi
merupakan cara yang membuat sebuah pembelajaran menjadi menyenangkan serta
menyesuaikan metode dengan keadaan. Strategi pembelajaran diharapkan dapat menuntun
proses pembelajaran sehingga mencapai hasil yang ditentukan. Apalagi dalam
pembelajaran bahasa, menguasai berbagai macam strategi yang kreatif dan bisa
sangat menunjang pembelajaran karena sudah menjadi stigma bahwa pembelajaran
bahasa sangat membosankan. Untuk mematahkan stigma itu pendidik harus mampu
menyusun Strategi bagaimana kegiatan pembelajaran bahasa menjadi lebih
menyenangkan sehingga hasil belajar lebih efektif.
Strategi yang terencana memegang peranan penting dalam
proses pembelajaran. Agar strategi tersebut tidak menjauh dari sasaran yang
ingin dicapai perlu pemahaman yang lebih baik dalam kegiatan pembelajaran
bahasa. Strategi yang berhubungan secara langsung antara pengajar dan peserta
didik sehingga menimbulkan stimulus dan respon sangat berperan penting.
Komponen program pengajaran yang berpusat pada pengajar, peserta didik dan
materi pengajaran juga perlu diterapkan agar pembelajaran dapat terlaksana
dengan baik. Strategi yang berpusat pada peserta didik merupakan strategi
pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk aktif
sehingga pengajar hanya berperan sebagai fasilitator dan motivator. Dalam
pembelajaran keterampilan berbahasa strategi keterampilan menyimak,
keterampilan berbicara, keterampilan membaca, dan keterampilan menulis didukung
oleh teknik pengajaran yang sesuai dan perlunya penilaian keterampilan
berbahasa dengan berbagai tes keterampilan untuk mengetahui hasil dari proses
pembelajaran. Sehingga dapat meningkatkan mutu dan kualitas dalam keterampilan
berbahasa setiap individu. Selain tes keterampilan, untuk rancangan strategi
pembelajaran kreatif akan lebih disarankan untuk menstimulus semangat belajar
peserta didik dengan membantu mereka berkarya menggunakan media sosial atau
flatform menulis yang dewasa ini sangat banyak. Atau dari segi pengucapan
sebuah kosakata dengan kemampuan berkomunikasi pendidik bisa mengadaptasi
strategi podcast atau video tutorial seperti di internet, karena strategi yang
baik adalah strategi yang dekat dengan budaya-sosial generasi masa kini. Hal
ini merupakan ide dan terobosan baru dalam meningkatkan strategi pembelajaran
bahasa pada peserta didik sekaligus mempelajari memahami sebuah bacaan atau
mengungkapkan pemikiran dengan komunikasi baik secara langsung atau tertulis.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar