Mata Kuliah : MAGANG 1
Tugas Ke-3
LAPORAN BACAAN
Nama : Suci Amalia Pratiwi
NIM : 11901225
Prodi/ Kelas : PAI/ 4D
Identitas Bacaan (Jurnal Ilmiah)
Judul : MANAJEMEN KELAS YANG EFEKTIF
Penulis : Astuti
Penerbit : ADAARA : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam. Volume. 9, No. 2 Agustus 2019
Assalamualaikum wr rb
Pada kesempatan kali ini jurnal yang dilaporkan yaitu yang berjudul Manajemen Kelas Yang Aktif yang ditulis oleh Astuti.
Manajemen adalah proses merencanakan, mengorganisasikan, memimpin, dan mengendalikan usaha anggota-onggota organisasi serta pendayagunaan seluruh sumber daya organisasi dalam rangka mencapai tujuan pendidikan.
Pembelajaran yang efektif disebabkan strategi pembelajaran yang bagus, kesiapan sarana dan prasaran, suasana kelas yang aman, nyaman, dan interaksi sosial yang bagus.
Manajemen kelas menurut Sudarman Danim adalah seni atau praktis (praktik dan strategi) kerja, yaitu pendidik bekerja secara individu, dengan atau melalui orang lain (semisal bekerja dengan sejawat atau peserta didik sendiri) untuk mengoptimalkan sumber daya kelas bagi penciptaan proses pembelajaran yang efektif dan efisien. Di sini sumber daya kelas merupakan instrument, proses pembelajaran sebagai inti, dan hasil belajar sebagaimana mestinya.
Definisi manajemen atau pengelolaan kelas telah mengalami pergeseran secara paradigmatik meskipun esensi dan tujuannya relatif sama, yaitu terselenggaranya proses pembelajaran secara efektif dan efisien. Efisien dan efektivitas pembelajaran diukur menurut nilai-nilai pendidikan yang dianut dewasa ini. Adapun nilai-nilai yang dimaksud bisa nilai-nilai perjuangan, kognitif, afeksi, solidaritas sosial, moralitas, keagamaan, dan sebagainya yang dikaitkan dengan sumber daya yang digunakan.
Berdasarkan pendekatan operasional menurut Weber, manajemen kelas didefinisikan sebagai:
1) kegiatan guru untuk menciptakan dan mempertahankan ketertiban suasana kelas melalui penggunaan disiplin.
2) Seperangkat kegiatan guru untuk menciptakan dan mempertahankan ketertiban suasana kelas melalui intimidasi.
3) Seperangkat kegiatan guru untuk memaksimalkan kebebasan siswa.
4) Seperangkat kegiatan guru menciptakan suasana kelas dengan cara mengikuti petunjuk yang telah disajikan.
5) Seperangkat kegiatan guru untuk menciptakan suasana kelas yang efektif melalui perencanaan pembelajaran yanag bermutu dan dilaksanakan dengan baik.
6) Seperangkat kegiatan guru untuk mengembangkan tingkah laku peserta didik yang diinginkan dengan mengurangi tingkah laku yang tidak diinginkan.
7) Seperangkat kegiatan guru untuk mengembangkan hubungan interpersonal yang baik dan iklim sosioemosional kelas yang positif.
8) Seperangkat kegiatan guru untuk menumbuhkan dan mempertahankan organisasi kelas yang efektif.
Maka kegiatan manajemen kelas meliputi: mempertahankan ketertiban kelas, memaksimalkan kebebasan siswa dalam konteks pembelajaran, perencanaan pembelajaran, mengembangkan tingkah laku positif peserta didik, mengembangkan hubungan interpersonal dan mewudkan iklim sosioemosional yang positif. Adapun aspek-aspek yang perlu diperhatikan dalam manajemen kelas adalah sifat kelas, pendorong kekuatan kelas, situasi kelas, tindakan selektif dan kreatif.
Manajemen kelas pada umumnya bertujuan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam pencapaian tujuan pembelajaran. Selain itu, manajemen kelas juga bertujuan untuk menciptakan suasana kelas yang nyaman untuk tempat berlangsungnya proses belajar mengajar. Dengan demikian, proses tersebut akan dapat berjalan dengan efektif dan terarah, sehingga cita-cita pendidikan dapat tercapai demi terbentuknya sumber daya manusia yang berkualitas.
Tujuan manajemen kelas menurut Dirjen PUOD dan Dirjen Dikdasmen adalah sebagai berikut:
1) Mewujudkan situasi dan kondisi kelas, baik sebagai lingkungan belajar maupun sebagai kelompok belajar, yang memungkinkan peserta didik untuk mengembangkan kemampuan semaksimal mungkin.
2) Menghilangkan berbagai hambatan yang dapat menghalangi terjadinya interaksi pembelajaran. Menyediakan dan mengatur fasilitas serta perabot belajar yang mendukung dan memungkinkan siswa belajar sesuai dengan lingkungan sosial, emosional, dan intelektual siswa dalam kelas.
3) Membina dan membimbing siswa sesuai dengan latar belakang sosial, ekonomi, budaya serta sifat-sifat individualnya.
Apabila tujuan dari manajemen kelas sudah tercapai, maka ada dua kemungkinan yang akan dialami oleh siswa sebagai indikator keberhasilan dari manajemen tersebut, yaitu:
1) Sebuah manajemen kelas dapat dikatakan berhasil apabila sesudah itu setiap siswa mampu untuk terus belajar dan bekerja. Siswa tidak mudah menyerah dan pasif manakala mereka merasa tidak tahu atau kurang memahami tugas yang harus dikerjakan. Setidaknya, siswa masih menunjukkan semangat dan gairahnya untuk terus mencoba dan belajar, meski mereka menghadapi hambatan dan problem yang sulit sekalipun.
2) Sebuah manajemen kelas juga dapat dikatakan berhasil apabila setiap siswa mampu untuk terus melakukan pekerjaan tanpa membuang-buang waktu dengan percuma. Artinya, setiap siswa akan bekerja secepatnya supaya ia segera dapat menyelesaikan tugas yang diberikan kepadanya. Hal ini akan membuat siswa mampu menggunakan waktu belajarnya seefektif dan seefisien mungkin
Dalam suatu sekolah, perlu kita sadari bahwa jumlah siswa di dalam kelas akan turut mewarnai dinamika kelas itu sendiri. Semakin banyak jumlah siswa yang ada dalam suatu kelas, maka kemungkinan besar akan semakin sering terjadi konflik antarsiswa. Sebaliknya semakin sedikit jumlah siswa dalam suatu kelas, maka kecenderungan terjadi konflik juga akan semakin kecil. Oleh karena itu, agar manajemen kelas dapat diterapkan dengan baik, penting bagi para guru untuk dapat memahami beberapa prinsip dasar tentang manajemen kelas. Prinsip-prinsip dasar ini sangat dibutuhkan guna memperkecil timbulnya masalah atau gangguan dalam mengelola atau memanajemen kelas. Beberapa prinsip manajemen kelas tersebut, antara lain sebagai berikut:
1) Guru Harus Hangat dan Antusias
agar kelas dapat dikelola dengan baik, seorang guru harus bersikap hangat dan antusias kepada siswa.
2) Guru Harus Mampu Memberikan Tantangan
biasanya setiap siswa sangat menyukai beberapa tantangan yang mengusik rasa ingin tahu mereka. Karena itu, guru harus mampu memberikan tantangan yang dapat memancing antusiasme siswa dalam mengikuti mata pelajarannya.
3) Guru Harus Mampu bersikap Luwes
Setiap guru harus mampu bersikap luwes kepada siswanya. Artinya, di dalam kelas seorang guru tidak harus memosisikan diri sebagai orang yang serba tahu. Sesekali dalam waktu tertentu, guru juga harus mampu menempatkan dirinya sebagai orang “saudara”, “orang tua”, maupun “sahabat’ bagi siswa-siswinya. Pergaulan yang luwes antara seorang guru dengan siswa dapat menumbuhkan rasa saling menghormati dan menghargai.
4) Beri Penekanan pada Hal Positif
Perlu diketahui bahwa dalam mengajar dan mendidik, guru harus menekankan pada hal-hal yang positif dan menghindari terlalu fokus pada hal-hal negatif. Dalam kelas, pandangan dan sikap guru terhadap suatu hal dapat memberikan pengaruh besar bagi siswa.
5) Penanaman Disiplin Diri
Tujuan akhir dari pengelolaan kelas adalah bagaimana agar anak didik dapat mengembangkan sikap disiplin dengan baik. Begitu pula halnya dengan guru. Untuk mewujudkan tujuan itu, tentu saja guru harus memberikan teladan yang sesuai. Seorang guru tidak mungkin dapat mengelola kelas dengan baik jika mereka juga kurang disiplin. Tunjukkan kepada siswa bahwa guru mereka juga menjunjung tinggi sikap disiplin dengan mempraktikkannya secara langsung.
Pendekatan dalam Manajemen Kelas
Pendekatan Kekuasaan
Pendekatan kekuasaan disini memiliki pengertian sebagai sikap konsistensi dari seorang guru untuk menjadikan norma atau aturan-aturan dalam kelas sebagai acuan untuk menegakkan kedisiplinan.
Pendekatan Ancaman
Ancaman juga dapat dijadikan pendekatan yang perlu dilakukan guru untuk me-manage kelas yang baik. Namun, ancaman disini sepatutnya tidak dilakukan sesering mungkin dan hanya diterapkan manakala kondisi sudah benar-benar tidak dapat dikendalikan. Selama guru masih mampu melakukan pendekatan lain di luar ancaman, maka akan lebih baik jika pendekatan dengan ancaman ini ditangguhkan.
Pendekatan Kebebasan
Pendekatan ini juga perlu dilakukan oleh guru untuk dapat memanajemen kelas dengan baik adalah dengan melakukan pendekatan kebebasan. Artinya, guru harus membantu para siswa agar mereka bebas mengerjakan sesuatu dalam kelas, selama hal itu tidak menyimpang dari peraturan yang telah ditetapkan dan disepakati bersama. Terkadang, siswa tidak nyaman apabila ada seorang guru yang terlalu over-protekti sehingga siswa tidak leluasa melakukan eksperimennya.
Pendekatan Resep
Pendekatan resep sangat cocok dilakukan oleh guru sendiri. Dalam hal ini, kita perlu mencatat beberapa hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama mengajar di kelas. Ketentuan itu dibuat tidak semata-mata untuk kepentingan guru, melainkan juga untuk kepentingan pengaturan kelas. Oleh sebab itu, cobalah ingat kembali apa yang tidak disukai siswa pada saat kita mengajar, sehingga ketidaksukaan itu dapat menyebabkan situasi kelas menjadi tidak efektif.
Pendekatan Pengajaran
Kemampuan guru dalam membuat perencanaan pengajaran sekaligus mengimplementasikannya dalam kelas, merupakan pendekatan yang sangat efektif untuk dapat mengelola kelas yang baik. Karena itu, buatlah perencanaan pengajaran yang matang sebelum kita masuk kelas dan patuhilah tahapan-tahapan yang sudah kita buat sebelumnya.
Pendekatan Perubahan Tingkah Laku
Sebagaimana prinsipnya, pengelolaan kelas dilakukan sebagai upaya untuk mengubah tingkah laku siswa di dalam kelas dari kurang baik menjadi baik. Oleh sebab itu, kita harus mampu melakukan pendekatan berdasarkan perubahan tingkah laku agar tujuan pengelolaan kelas dapat tercapai dengan baik.
Pendekatan Kerja Kelompok
Pendekatan kerja kelompok dengan model ini membutuhkan kemampuan guru dalam menciptakan momentum yang mendorong kelompok-kelompok di dalam kelas menjadi kelompok yang produktif.
Pendekatan Elektis atau Pluralistis
Pendekatan elektis biasanya menekankan pada potensi, kreativitas, dan inisiatif wali atau guru kelas dalam memilih berbagai pendekatan berdasarkan situasi yang dihadapinya. Pendekatan elektis atau disebut juga pendekatan pluralistis, yaitu pengelolaan kelas dengan menggunakan berbagai pendekatan yang memiliki potensi menciptakan proses belajar-mengajar agar dapat berjalan secara efektif dan efisien.
Konsep Modern Manajemen kelas
Manajemen kelas dalam konsep modern dipandang sebagai proses mengorganisasikan segala sumber daya kelas bagi terciptanya proses pembelajaran yang efektif dan efisien. Sumber daya itu diorganisasikan untuk memecahkan beragam masalah yang menjadi kendala dalam proses pembelajaran sekaligus membangun situasi kelas yang kondusif secara berkesinambungan. Pendidik bertugas untuk menciptakan, memperbaiki, dan memilhara situasi kelas yang cerdas. Situasi kelas yang cerdas itulah yang mendukung pendidik untuk mengukur, mengembangkan, dan memelihara stabilitas kemampuan, bakat, minat dan energi yang dimilikinya dalam rangka menjalankan tugas-tugas pendidikan dan pembelajaran
Tidak ada komentar:
Posting Komentar