Minggu, 11 Juli 2021

Laporan Bacaan EVALUASI BELAJAR PESERTA DIDIK (SISWA)

 Mata Kuliah : MAGANG 1

Tugas Ke-4

LAPORAN BACAAN

Nama : Suci Amalia Pratiwi

NIM : 11901225

Prodi/ Kelas : PAI/ 4D

Identitas Bacaan (Jurnal Ilmiah)

Judul : EVALUASI BELAJAR PESERTA DIDIK (SISWA)

Penulis : MAHIRAH B.

Penerbit : JURNAL IDAARAH, VOL. I, NO. 2, DESEMBER 2017


Assalamualaikum wr rb

Pada kesempatan kali ini jurnal yang dilaporkan yaitu yang berjudul Evaluasi Belajar Peserta Didik (SISWA) yang ditulis oleh Mahirah. 

 M. Chabib Thoha, mendefinisikan evaluasi merupakan kegiatan yang terencana untuk mengetahui keadaan objek dengan menggunakan instrumen dan hasilnya dibandingkan dengan tolak ukur untuk memperoleh kesimpulan.

Pengertian evaluasi secara umum dapat diartikan sebagai proses sistematis untuk menentukan nilai sesuatu (ketentuan, kegiatan, keputusan, unjuk-kerja, proses, orang, objek dan yang lainnya) berdasarkan kriteria tertentu melalui Penilaian. Untuk menentukan nilai sesuatu dengan cara membandingkan dengan Kriteria, evaluator dapat langsung membandingkan dengan kriteria umum, dapat pula melakukan pengukuran terhadap sesuatu yang dievaluasi kemudian membandingkan dengan kriteria tertentu.

Evaluasi belajar dan pembelajaran adalah proses untuk menentukan nilai belajar dan pembelajaran yang dilaksanakan, dengan melalui kegiatan penilaian atau pengukuran belajar dan pembelajaran. Sedangkan pngertian pengukuran dalam kegiatan pembelajaran adalah proses membandingkan tingkat keberhasilan belajar dan pernbelajaran dengan ukuran keberhasilan belajar dan pembelajaran yang telah ditentukan secara kuantitatif sementara pengertian penilaian belajar dan pembelajaran adalah proses pembuatan keputusan nilai keberhasilan belajar dan pembelajaran secara kualitatif.

Dengan adanya evaluasi, peserta didik dapat mengetahui sejauh mana keberhasilan yang telah dicapai selarna mengikuti pendidikan. Pada kondisi dimana siswa mendapatkan nilai yang mernuaskan, maka akan memberikan dampak berupa suatu stimulus, motivator agar siswa dapat lebih meningkatkan prestasi. Pada kondisi dimana hasil yang dicapai tidak memuaskan, maka siswa akan berusaha memperbaiki kegiatan belajar, namun demikian sangat diperlukan pemberian stimulus positif dari guru/pengajar agar siswa tidak putus asa. Sedangkan evaluasi dalam pendidikan Islam adalah pengambilan sejumlah yang berkaitan dengan pendidikan Islam guna melihat sejauh mana keberhasilan pendidikan yang selaras dengan nilai-nilai Islam sebagai tujuan dari pendidikan itu sendiri. Lebih jauh Jalaludin mengatakan bahwa evaluasi dalam pendidikan lslam telah menggariskan tolak ukur yang serasi dengan tujuan pendidikannya. Baik tujuan jangka pendek yaitu membimbing manusia agar hidup selamat di dunia, maupun tujuan jangka panjang untuk kesejahteraan di akhirat nanti. Kedua tujuan tersebut menyatu dalam sikap dan tingkah laku yang mencerminkan akhlak yang mulia. Sebagai tolak ukur dan akhlak mulia ini dapat dilihat dari cerminan tingkah laku dalam kehidupan sehari-hari.

Al-Qur’an sebagai dasar segala disiplin ilmu termasuk ilmu pendidikan Islam secara implisit sebenamya telah memberikan deskripsi tentang evaluasi pendidikan dalam Islam. Hal ini dapat ditemukan dari berbagai system evaluasi yang ditetapkan Allah di antaranya:

1. Evaluasi untuk mengoreksi balasan amal perbuatan manusia, sebagai mana yang tersirat dalam QS. Al-Zalzalah: 7 - 8.

Artinya : Barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)-nya. Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)-nya pula.

2. Sebagai contoh ujian (tes) yang berat kepada Nabi Ibrahim as., Allah memerintahkan beliau untuk menyembelih anaknya Ismail yang amat dicintai. Tujuannya untuk kadar untuk mengetahui kadar keimanan dan ketaqwaan serta ketaatannya kepada Allah, seperti disebutkan dalam Q.S, Al-Shaffat: 103-104.

Artinya : Tatkala keduanya Telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya

atas pelipis (nya), (nyatalah kesabaran keduanya). Dan kami panggillah dia:

"Hai Ibrahim, Sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu, sesungguhnya demikianlah kami memberi batasan, kepada orang-orang yang

berbuat baik, sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan kami

tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.

Maka dapat diambil kesimpulan bahwa evaluasi merupakan suatu proses tolak ukur untuk mengetahui sejauh mana tingkat keberhasilan yang dicapai dalam dunia pendidikan. Oleh karena itu evaluasi merupakan hal yang signifikan dilakukan dalam dunia pendidikan, karena mempunyai manfaat yang amat berpengaruh, begitu juga dengan bidang-bidang y ang lain termasuk dalam kebidupan, yang paling utama adalah evaluasi terhadap diri sendiri.

Menurut Sudirman N, dkk, bahwa tujuan penilaian dalam proses Pembelajaran adalah:

1. Mengambil keputusan tentang hasil belajar.

2. Memahami siswa,

3. Memperbaiki dan mengembangkan program pengajaran.

Selanjutnya, mengatakan bahwa pengambilan keputusan tentang hasil belajar merupakan suatu keharusan bagi seorang guru agar dapat mengetahui berhasil tidaknya siswa dalam proses pembelajaran. Ketidakberhasilan proses pembelajaran itu disebabkan antara lain sebagai berikut:

1. Kemampuan siswa yang rendah.

2. Kualitas materi pelajaran tidak sesuai dengan tingkat usia anak.

3. Jumlah bahan pelajaran terlalu banyak sehingga tidak sesuai dengan waktu yang diberikan.

4. Komponen proses belajar dan mengajar yang kurang sesuai dengan tujuan yangng telah ditetapkan oleh guru itu sendiri

Nana Sudjana menjelaskan bahwa, evaluasi berfungsi sebagai berikut:

1. Untuk mengetahui tercapai tidaknya tujuan instruksional khusus. Dengan fungsi ini dapatlah diketahui bahwa tingkat penguasaan bahan pelajaran yang dikuasai oleh siswa. Dengan kata lain, dapat diketahui bahwa hasil belajar siswa tersebut baik atau tidak baik.

2. Untuk mengetahui keaktifan proses pembelajaran yang dilaksanakan guru. Rendahnya capaian hasil belajar yang diperoleh siswa tidak semata-mata disebabkan oleh ketidakmampuan siswa itu sendiri. Tetapi boleh jadi karena guru yang kurang bagus dalam mengajar. Dengan penilaian yang dilakukan akan dapat diketahui apakah hasil belajar itu karena kemampuan siswa atau juga karena factor guru, selain itu dengan penilaian tersebut dapat menilai guru itu sendiri dan hasilnya dapat dijadikan sebagai bahan dalam memperbaiki tindakan mengajar berikutnya.

Sementara itu menurut rumusan fungsi yang dipaparkan oleh pihak Departemen Agama RI, bahwa penilaian adalah sebagai berikut:

1. Memberikan umpan balik kepada guru sebagai dasar untuk mengajarnya, mengadakan perbaikan bagi siswa, serta menempatkan pada situasi belajar mengajar yang lebih tepat sesuai dengan tingkat kemampuan yang dimiliki oleh

siswa.

2. Menentukan nilal hasil belajar siswa antara lain diperlukan untuk pemberian laporan pada orang tua sebagai penentuan kenaikan kelas dan penentuan kelulusan siswa.

3. Menjadi bahan untuk menyusun laporan dalam rangka penyem-purnaan program belajar mengajar yang sedang berjalan (Depag RI, 1988/1989). Di dari keseluruhan pendapat para ahli tersebut di atas, dapat dilihat bahwa redaksinya berbeda antara satu dengan yang lain. Akan tetapi substansinya bermuara pada satu titik tujuan atau sasaran, yaitu bagaimana dengan fungsi evaluasi tersebut menjadi parameter bagi pihak siswa, guru, sekolah, masyarakat, dan orang tua terhadap kegiatan pembelajaran. Bagi siswa dengan evaluasi Ia akan mengetahui kemampuan perkembangan grafik belajarnya, apakah ada kemajuan atau tidak, ataukah semakin menurun. Apakah Ia naik kelas atau tidak, ataukah Ia lulus dalam ujian sekolah atau tidak lulus. Bagi orang tua, mereka akan mudah untuk mengetahui bahwa anaknya memiliki kualitas atau tidak, naik ke kelas berikutnya atau tidak. Ini dapat dilihat dari buku laporan hasil pendidikannya.

Begitu juga bagi pihak sekolah. Kepala sekolah serta semua guru-guru akan dapat mengetahui bagaimana perkembangan grafik kelulusan siswanya setiap tahun. Evaluasi sangat perlu/bermanfaat dan merupakan syarat mutlak untuk perbaikan, agar mempunyai makna yang signifikan bagi semua pihak. Jika kita temukan hubungan antara hasil belajar dengan efektivitas metode mengajar terbukalah kemungkinan untuk mengadakan perbaikan. Sebelum kita mengevaluasi kemampuan metode baru pada sejumlah peserta didik, perlu kita pikirkan bahwa proses pembelajaran itu dinamis, senantiasa terjadi perubahan pada guru maupun murid dalam interaksi itu. Di samping hasil belajar seperti diharapkan oleh guru mungkin timbul pula hasil sampingan yang positif maupun negatif misalnya, murid-murid menguasai bahan yang disajikan akan tetapi Ia disamping itu merasa senang atau benci terhadap tindakan pribadi gurunya.

Evaluasi sebagai suatu kegiatan mengumpulkan data dan informasi mengenai kemampuan belajar siswa, untuk menilai sudah sejauh mana program (pengembangan sistem instruksional) telah berjalan, dan juga sebagai suatu alat untuk menentukan apakah tujuan pendidikan dan proses pembelajaran dalam mengembangkan ilmu pengetahuan telah berlangsung sebagaimana mestinya. Evaluasi bertujuan untuk mengetahui tingkat pencapaian siswa dalam suatu proses pembelajaran, sekaligus untuk memahami siswa sampai sejauh mana dapat memberikan bantuan terhadap kekurangan-kekurangan siswa, dengan tujuan menempatkan siswa pada situasi pembelajaran yang lebih tepat sesuai dengan tingkat kemampuan yang dimilikinya. Sedangkan fungsi evaluasi untuk membantu proses, kemajuan dan perkembangan hasil belajar peserta didik secara berkesinambungan, dan sekaligus dapat mengetahui kemampuan dan kelemahan siswa pada bidang studi tertentu, sekaligus dapat memberikan informasi kepada orang tua wali siswa mengenai penentuan kenaikan kelas atau penentuan kelulusan siswa.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar