Mata Kuliah : MAGANG 1
Tugas Ke-8
LAPORAN BACAAN
Nama : Suci Amalia Pratiwi
NIM : 11901225
Prodi/ Kelas : PAI/ 4D
Identitas Bacaan (Jurnal Ilmiah)
Identitas Jurnal :
Judul : Evaluasi Dalam Proses Pembelajaran
Penulis : Idrus L
Assalamualaikum wr wb
Pada kesempatan kali ini jurnal yang dilaporkan yaitu yang
berjudul evaluasi dalam proses oembelajaran tang ditulis oleh Idrus L
Disini saya akan membahas mengenai apa itu evaluasi
pembelajaran dan fungsinya.
Pembelajaran merupakan investasi yang paling utama bagi
setiap bangsa apalagi bagi bangsa yang sedang berkembang yang giat membangun
negaranya. Pembangunan hanya dapat dilakukan oleh manusia yang dipersiapkan
melalui pembelajaran, guna mencapai esensi kemanusiaan yaitu sebagai khalifah
di atas bumi.2 Pengembangan pembelajaran tidak terlepas dari tanggung jawab
seorang pendidik, bagaimana pendidik tersebut melakukan transformasi ilmu yang
dimiliki dengan bahan ajar yang telah ada, serta dengan memperhatikan metode-metode
pengajar yang mudah diterima oleh peserta didik sehingga tujuan tercapai sesuai
dengan apa yang diharapkan. Tujuan yang hendak dicapai tersebut, maka dalam
proses pembelajaran guru harus melakukan suatu kegiatanyang dinamakan dengan
evaluasi.
Evaluasi merupakan bagian dari proses pembelajaran yang
secara keseluruhan tidak dapat dipisahkan dari kegiatan mengajar, melaksanakan
evaluasi yang dilakukan dalam kegiatan pendidikan mempunyai arti yang sangat
utama, karena evaluasi merupakan alat ukur atau proses untuk mengetahui tingkat
pencapaian keberhasilan yang telah dicapai peserta didik atas bahan ajar atau
materi-materi yang telah disampaikan, sehingga dengan adanya evaluasi maka
tujuan dari pembelajaran akan terlihat secara akurat dan meyakinkan.
Evaluasi sebagai bagian dari program pembelajaran perlu
dioptimalkan, karena bukan hanya bertumpu pada penilaian hasil belajar, tetapi
juga perlu penilaian terhadap input, proses, dan out put. Salah satu faktor
yang penting untuk efektivitas pembelajaran adalah faktor evaluasi baik
terhadap proses belajar maupun terhadap hasil pembelajaran.
Evaluasi merupakan kegiatan pengumpulan kenyataan mengenai
proses pembelajaran secara sistematis untuk menetapkan apakah terjadi perubahan
terhadap peserta didik dan sejauh manakah perubahan tersebut mempengaruhi
kehidupan peserta didik.
Evaluasi dapat mendorong peserta didik untuk lebih giat
belajar secara terus menerus dan juga mendorong guru untuk lebih meningkatkan
kualitas proses pembelajaran serta mendorong pengelola pendidikan untuk lebih
meningkatkan fasilitas dan kualitas belajar peserta didik. Sehubungan dengan
hal tersebut, optimalisasi sistem evaluasimemiliki dua makna, pertama adalah
sistem evaluasi yang memberikan informasi yang optimal. Kedua adalah manfaat
yang dicapai dari evaluasi. Manfaat yang utama dari evaluasi adalah
meningkatkan kualitas pembelajaran. Hal tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan
program pembelajaran selalu dilihat dari aspek hasil belajar yang dicapai. Di
sisi lain evaluasi pada program pembelajaran membutuhkan data tentang
pelaksanaan pembelajaran dan tingkat ketercapaian tujuan pembelajaran. Kondisi
yang demikian tidak hanya terjadi pada jenjang pendidikan tinggi, tetapi juga
terjadi dijenjang pendidikan dasar dan menengah. Keberhasilan program
pembelajaran selalu dilihat dari aspek hasil belajar, sementara implementasi
program pembelajaran di kelas atau kualitas proses pembelajaran itu berlangsung
jarang tersentuh kegiatan penilaian.
Dengan demikian evaluasi sangat dibutuhkan dalam berbagai
kegiatan kehidupan manusia sehari-hari, karena disadari atau tidak disadari,
sebenarnya evaluasi sudah sering dilakukan, baik untuk diri sendiri maupun
kegiatan sosial lainnya. Hal ini dapat dilihat mulai dari berpakaian setelah
berpakaian ia berdiri dihadapan cermin apakah penampilannya sudah wajar atau
belum, sampai pada hal-hal yang lebih besar dalam kehidupan manusia. Contohnya
ketika seorang pejabat negara berakhir masa jabatannya, maka orang lain yang
ada disekitarnya akan melakukan penilaian atau evaluasi terhadap kinerjanya
selama masa kepemimpinannya. Apakah kepemimpinannya tersebut berhasil atau
tidak. Begitu pula dalam dunia pendidikan tidak dapat dipisahkan dengan
kegiatan evaluasi itu sendiri. Dikatakan demikian, karena evaluasi merupakan
salah satu komponen dasar dari sistem pendidikan yang harus dilakukan secara
sistematis dan terencana sebagai alat untuk mengukur keberhasilan atau target
yang akan dicapai dalam proses pembelajaran.
Pengertian Evaluasi
Secara etimologi “ evaluasi” berasal dari bahasa Inggris
yaitu evaluation dari akar kata value yang berarti nilai atau harga. Nilai
dalam bahasa Arab disebut al-qiamah ataual- taqdir’ yang bermakna penilaian
(evaluasi). Sedangkan secara harpiah, evaluasi pendidikan dalam bahasa Arab
sering disebut dengan al-taqdiraltarbiyah yang diartikan sebagai penilaian
dalam bidang pendidikan atau penilaian mengenai hal-hal yang berkaitan dengan
kegiatan pendidikan 6
Secara terminologi, beberapa ahli memberikan pendapat
tentang pengertian evaluasi diantaranya:
Edwind dalam Ramayulis mengatakan bahwa evaluasi mengandung
pengertian suatu tindakan atau proses dalam menentukan nilai sesuatu.7
Sedangkan M.Chabib
Thoha, mendefinisikan evaluasi merupakan kegiatan yang
terencana untuk mengetahui keadaan objek dengan menggunakan instrumen dan
hasilnya dibandingkan dengan tolok ukur untuk memperoleh kesimpulan 8
Pengertian evaluasi secara umum dapat diartikan sebagai
proses sistematis untuk menentukan nilai sesuatu (ketentuan, kegiatan,
keputusan, unjuk-kerja, proses, orang,objek dan yang lainnya) berdasarkan
kriteria tertentu melalui penilaian. Untuk menentukan nilai sesuatu dengan cara
membandingkan dengan kriteria, evaluator dapat langsung membandingkan dengan
kriteria umum, dapat pula melakukan pengukuran terhadap sesuatu yang dievaluasi
kemudian membandingkan dengan kriteria tertentu.
Dalam pengertian lain
antara evaluasi, pengukuran, dan penilaian merupakan kegiatan yang bersifat
hirarki. Artinya ketiga kegiatan tersebut dalam kaitannya dengan proses
pembelajaran tidak dapat dipisahkan satu sama lain dan dalam pelaksanaannya
harus dilaksanakan secara berurutan. Dalam kaitan ini ada dua istilah yang
hampir sama tetapi sesungguhnya berbeda, yaitu penilaian dan pengukuran.
Pengertian pengukuran terarah kepada tindakan atau proses untuk menentukan
kauntitas sesuatu, karena itu biasanya diperlukan alat bantu. Sedangkan
penilaian atau evaluasi terarah pada penentuan kualitas atau nilai sesuatu.
Evaluasi pembelajaran adalah proses untuk menentukan nilai
belajar dan pembelajaran yang dilaksanakan, dengan melalui kegiatan penilaian
atau pengukuran belajar dan pembelajaran. Sedangkan pengertian pengukuran dalam
kegiatan pembelajaran adalah proses membandingkan tingkat keberhasilan belajar dan
pembelajaran dengan ukuran keberhasilan belajar dan pembelajaran yang telah
ditentukan secara kuantitatif, sementara pengertian penilaian belajar dan
pembelajaran adalah proses pembuatan keputusan nilai keberhasilan belajar dan
pembelajaran secara kualitatif.
Dengan adanya evaluasi, peserta didik dapat mengetahui
sejauh mana keberhasilan yang telah dicapai selama mengikuti pendidikan. Pada
kondisi di mana peserta didik mendapatkan nilai yang memuaskan, maka akan
memberikan dampak berupa suatu stimulus, motivator agar peserta didik dapat
lebih meningkatkan prestasi. Pada kondisi dimana hasil yang dicapai tidak
memuaskan. Maka peserta didik akan berusaha memperbaiki kegiatan belajar, namun
demikian sangat diperlukan pemberian stimulus positif dari guru/pengajar agar
peserta didik tidak putus asa.
Tujuan Evaluasi
Evaluasi adalah suatu
kegiatan yang disengaja dan bertujuan. Kegiatan evaluasi dilakukan dengan sadar
oleh guru dengan tujuan untuk memperoleh kepastian mengenai keberhasilan
belajar peserta didik dan memberikan masukan kepada guru mengenai apa yang dia
lakukan dalam kegiatan pengajaran. Dengan kata lain, evaluasi yang dilakukan
oleh guru bertujuan untuk mengetahui bahan-bahan pelajaran yang disampaikan
apakah sudah dikuasi oleh peserta didik ataukah belum. Dan selain itu, apakah
kegiatan pegajaran yang dilaksanakannya itu sudah sesuai dengan apa yang
diharapkan atau belum.
Menurut Sudirman N, dkk, bahwa tujuan penilaian dalam proses
pembelajaran adalah:
a.
Mengambil keputusan tentang hasil belajar
b.
Memahami peserta didik
c.
Memperbaiki dan mengembangkan program
pembelajaran.
Selanjutnya pengambilan keputusan tentang hasil belajar
merupakan suatu keharusan bagi seorang guru agar dapat mengetahui berhasil
tidaknya peserta didik dalam proses pembelajaran. Ketidakberhasilan proses
pembelajaran itu disebabkan antara lain, sebagai berikut:
a.
Kemampuan peserta didik rendah.
b.
Kualitas materi pembelajaran tidak sesuai dengan
tingkat usia anak.
c.
Jumlah bahan pelajaran terlalu banyak sehingga
tidak sesuai dengan waktu yang diberikan.
d.
Komponen proses pembelajaran yang kurang sesuai
dengan tujuan yang telah ditetapkan oleh guru itu sendiri.
Di samping itu,
pengambilan keputusan juga sangat diperlukan untuk memahami peserta didik dan
mengetahui sampai sejauhmana dapat memberikan bantuan terhadap
kekurangan-kekurangan peserta didik. Evaluasi juga bermaksud meperbaiki dan
mengembangkan program pembelajaran.
Fungsi evaluasi
Jahja Qohar, mengemukakan bahwa fungsi evaluasi dari sisi
peserta didik secara individual, dan dari segi program pengajaran meliputi
antara lain:
a.
Dilihat dari segi peserta didik secara individu,
evaluasi berfungsi:
Mengetahui tingkat pencapaian peserta didik dalam suatu
proses pembelajaran yaitu:
1)
Menetapkan keefektifan pengajaran dan rencana
kegiatan.
2)
Memberi basis laporan kemajuan peserta didik
3)
Menetapkan kelulusan
b.
Dilihat dari segi program pengajaran, evaluasi
berfungsi:
1)
Memberi dasar pertimbangan kenaikan dan promosi
peserta didik
2)
Memberi dasar penyusunan dan penempatan kelompok
peserta didik yang homogen.
3)
Diagnosis dan remedial pekerjaan peserta didik.
4)
Memberi dasar pembimbingan dan penyuluhan.
5)
Dasar pemberian angka dan rapor bagi kemajuan
belajar peserta didik
6)
Memberi motivasi belajar bagi peserta didik
7)
Mengidentifikasi dan mengkaji kelainan peserta
didik.
8)
Menafsirkan kegiatan sekolah ke dalam masyarakat
9)
Untuk mengadministrasi sekolah
10)
Untuk mengembangkan kurikulum
11)
Mempersiapkan penelitian pendidikan di sekolah.
Dengan demikian dapat di analisis bahwa tampaknya kegiatan
tersebut untuk memberikan masukan bagi peserta didik dan pihak sekolah dalam
hal mengetahui tentang perkembangan belajar dan perkembangan grafik belajar
serta kelulusan peserta didiknya. Semua informasi yang masuk pada pihak lembaga
(sekolah) tempat peserta didik belajar tersebut akan menjadi data yang akurat
dalam melakukan evaluasi pada pengembangan dan perbaikan sekolah. Lebih lebih
lagi pada bagaimana mengembangkan mutu atau kualitas peserta didik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar